Israel Menyulut Perang Dunia ke-3 dan Logika Amerika yang Tak Beres

find4something-
Foto: Kompas.com & MENAHEM KAHANA / AFP
Foto: Kompas.com & MENAHEM KAHANA / AFP
Dalam sejumlah berita, Israel berniat akan menginvasi Palestina. Tentunya ini tidak bisa dibiarkan. Karena kalau itu terjadi, saya memprediksi akan ada perang besar. Perangnya pun bukan perang biasa. Saya rasa akan ada perang dunia ke 3.
Kali ini tidak main-main. Bahkan Israel telah bersiap untuk mengerahkan pasukan cadangannya untuk menyerang jalur Gaza. Israel berdalih kalau serangannya ke Gaza itu merupakan sebuah pembelaan atas penyerangan roket yang dilakukan oleh pihak Hamas. Apalagi tindakan pembelaan itu didukung AS.
Tentu Israel merasa pede, jika tindakkannya itu didukung AS. Ditambah, AS telah menyatakan akan mendukung negara Zionis itu juga dalam berbagai bentuk bantuan. Hingga kini, serangan yang dilakukan Israel telah menewaskan pulahan warga sipil Palestina.
Disinilah ujian pertama Obama, yang baru saja terpilih sebagai Presiden AS untuk kedua kalinya. Obama tentunya harus terus mengupayakan penghentian konflik tersebut. Namun menurut saya, meskipun Obama telah berupaya meredam konflik dengan menghubungi PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Mesir Mohamed Morsi, hal itu akan sia-sia saja jika Israel tetap membandel dengan terus menyerang Gaza dengan membabi buta.
Dan kalau Israel terus menerus menyerang Palestina, ini dikhawatirkan akan menyulut perang yang lebih besar lagi. Apalagi permasalahan nuklir Iran yang menjadi isu di Timur Tengah belum selesai. Tentunya, jika Palestina terus diserang saya rasa negara-negara yang selama ini dikenal mendukung Palestina seperti: Iran, Lebanon, Mesir dan Turki tidak akan tinggal diam.
Iran yang kini disebut memliki militer yang kuat akan dengan senang hati membantu Palestina, karena sebelumnya Israel pernah menyatakan akan serang Iran. Nah, kalau andaikan Iran dan negara lainnya ikut menyerang Israel saya rasa ini akan menjadi titik awal menuju adanya perang besar. AS dan sekutunya, semisal Inggris dan negara Eropa lainnya jelas tidak akan diam. Ia akan turun untuk membantu Israel. Dan kalau seandainya Iran meminta bantuan negara-negara Amerika Latin plus negara-negara, katakanlah komunis – seperti Rusia dan Cina, wah, saya tidak bisa membayangkan. Pasti akan terjadi perang dunia ke 3.
Disini pula sikap demokratis AS diuji. Saya dari dulu kurang setuju, jika AS itu disebut sebagai negara demoratis dan peduli akan Hak-hak Asasi Manusia (HAM). Buktinya saja jika giliran urusannya dengan Israel, AS selalu menjadi macan ompong: ia menjadi negara yang bodoh dan dungu.
Seharusnya kalau AS benar-benar komitmen akan perdamaian, tentunya tidak akan ada yang namanya konflik antara Israel-Palestina. Jelas-jelas masalah konflik kedua negara itu yang salah adalah Israel. Kok, tanah orang ambil seenaknya.
Makanya, logika Amerika itu pantas disebut tidak beres. Ya, kalau logikanya beres, Amerika tentunya bisa, dong, berlaku adil dalam masalah Israel-Palestina. Faktanya yang terjadi sekarang: Israel malah makin menjadi dan bringas. Brutalitasnya sudah kelewatan, dan itu justru didukung oleh Amerika.
Oleh karena itu, mestinya kita sama-sama mendukung dan membantu Palestina. Karena disini Palestina yang menjadi korban. Kita tidak bisa tinggal diam. Apalagi Indonesia yang katanya menyatakan anti-penjajahan, ya harusnya ikut membantu Palestina, bukan hanya sebatas dukungan ceremonial saja. Dan imprealisme Israel dan sekutunya itu wajib kita hentikan!

Comments